Pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi di samping berkontribusi positif
juga ditumpangi ekses negatif berupa pergeseran tata nilai, paradigma,
dan pola hidup manusia. Masifnya hura-hura 5 F yakni fun, food, fashion,
fame, and fortune benar-benar menguatkan tesis bahwa alih-alih datang
dalam rupa monster, dajjal akhir zaman telah hadir dalam kamuflase
hedonisme. Ribuan tahun tanpa bimbingan nabi rasul, umat makin
tenggelam dan larut dalam dekadensi moral dan degradasi akhlak.
Fenomena tersebut menjadi S.O.S call bagi para praktisi dakwah untuk
memenuhi seruan Ilahi dan jeritan nurani umat. Demi membantu para
da’i menolong umat, buku ini menawarkan sudut pandang alternatif
sekaligus ide-ide katalis yang berguna menjembatani antara best practice
dai teladan para nabi zaman dahulu dengan para dai masa kini.
Mengupas lugas relevansi dan urgensi dakwah di era modern, Sementara
profil da’i diuraikan dalam penjelasan yang bersifat kritik konstruktif.
Sebagai bacaan dengan genre keagamaan, buku ini tidak lantas
membatasi literasinya pada dalil kitab klasik para ulama saja, namun
juga dilengkapi referensi kontemporer modern dari ilmu psikologi,
komunikasi, sosiologi, dan marketing. Selain sebagai pisau analisis
dalam mempertajam pembahasan, paduan referensi dua kutub tersebut
juga demi memperkuat validitas ide-ide yang ditawarkan buku ini.
Pembaca akan memperoleh insight lebih jelas dari berbagai sudut
pandang.
Meskipun terdapat topik berat melangit tentang visi, misi, filosofi,
prinsip dan materi dakwah, buku ini selanjutnya secara sederhana
mengalirkan paparan terkait tahapan, langkah, sampai panduan praktis
bagaimana sebuah misi dakwah dijalankan. Analisa obstacle, tantangan,
titik lemah dan cara mengatasinya, diikuti dengan teknik menemukenali
sumberdaya dan how to get it. Di akhir, buku ini mengantarkan pembaca
sampai topik pentingnya mon-ev dan cara merawat hasil dakwah.
